Suluh Media, Banjarbaru – Pelantikan Akbar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-kota Banjarbaru berjalan dengan lancar dan penuh hikmat, Sabtu (29/5/2021).

Digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah kota Banjarbaru, kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Selatan (Kalsel), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Banjarbaru, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Banjarbaru, Polres Banjarbaru, Alumni IMM Banjarbaru, Organisasi Otonom (Ortom) se-kota Banjarbaru dan PC serta PK IMM se-Kalimantan Selatan.

Suasana dialog kepemudaan
(sumber foto : dok. Suluh Media)

Setelah berlangsungnya proses pelantikan, kegiatan ini dilanjutkan dengan Dialog Kepemudaan dengan tema “Rekonstruksi Jiwa Ksatria Mahasiswa dalam Membangun Benteng Peradaban di tengah Arus Disrupsi” yang dipandu oleh Immawati Firda dari Pimpinan Komisariat IMM Gawi Sabarataan (PK IMM GWS).

Dialog Kepemudaan ini menghadirkan 3 narasumber yang berasal dari alumni DPD IMM Kalsel.

Diantaranya, Muhazir Fanani, S. T., Ketua Umum DPD IMM Kalsel periode 2014-2016, Yogi Adhiatama, S. Kep. Ns, Ketua Umum DPD IMM Kalsel periode 2016-2018 dan Immawan Zaini Ketua Umum DPD IMM Kalsel periode 2018-2020.

Foto bersama seluruh pemateri (dari kiri Yogi Adhiatama, S. Kep. Ns, Ahmad Zaini, S.Sos, Muhazir Fanani S.Th.I)
(sumber foto : dok. Suluh Media)

Kegiatan berlangsung dengan dipandu oleh moderator dan mempersilakan setiap narasumber memberikan pandangannya mengenai tema yang telah disiapkan oleh IMM kota Banjarbaru.

Immawan Ahmad Zaini menyampaikan bahwa kader IMM khususnya IMM di Kalimantan Selatan seharusnya menjadi kader yang mampu merebut momentum dimanapun dia berada. Tidak hanya merebut tapi juga memanfaatkan momentum tersebut.

“Immawan dan immawati Kalsel harus mampu merebut momentum.” Ujarnya

Disisi lain, Yogi menyampaikan pesan kepada kader IMM Banjarbaru bahwa mereka harus mampu menjadi barometer IMM di Kalimantan Selatan, jika perlu menjadi barometer untuk IMM tingkat Nasional.

“Kader IMM Banjarbaru harus mampu menjadi barometer IMM di Kalimantan Selatan, pun jika perlu menjadi barometer IMM se-Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kader IMM harus mampu tampil didepan.

“Kader IMM harus mampu tampil di depan dengan kritik yang mengandung nilai intelektual, keagamaan dan kemanusiaan.” Tambahnya.

Jika kader IMM ditanya perlu kualitas atau kuantitas, maka seluruh narasumber sepakat bahwa kader IMM harus memiliki keduanya.

Kuantitas menimbulkan persaingan yang menghasilkan kualitas dan kualitas harus mampu menunjang keberadaan kuantitas kader IMM itu sendiri.

Dengan adanya kuantitas maka akan tumbuh persaingan dan kualitas yang semakin baik. Dengan menunjukkan kualitas dan keahlian di bidangnya masing-masing, maka implementasinya akan lebih mudah dirasakan masyarakat. *Zahra