Banjir yang menerjang Banjarbaru dan sebagian wilayah di Kalimantan Selatan masih berdampak pada korban yang terdampak, baik dari segi materi maupun psikologis hingga Sabtu (23/1/2021). Sejak awal terjadinya banjir, assessment telah dilakukan ke beberapa titik yang diperkirakan sebagai wilayah yang paling dalam Senin (11/1/2021).

Assesment ke posko-posko dapur umum

Assessment di mulai hari Senin dan Selasa terus kita membuka posko itu dimulai hari Rabu dan penggalangan donasi dimulai pada besoknya yaitu hari Kamis pagi” cerita Manajer Lazismu Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan kepada tim suluh media, Sabtu (23/1/2021).

Tito juga menjelaskan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir ini selanjutnya akan dijalankan penanganan kebencanaan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Banjarbaru dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya di bawah koordinasi MDMC wilayah, dan untuk selanjutnya bantuan ini akan disalurkan kepada keluarga korban bencana banjir di daerah Banjarbaru.

“Sasarannya adalah warga terdampak banjir yang berada di wilayah teritori Kota Banjarbaru dari Cempaka sampai di Liang Anggang dan juga pengungsi yang mengungsi di wilayah Banjarbaru yang berasal dari luar Banjarbaru yang tentunya dengan data assessment yang sudah dikumpulkan teman-teman dari MDMC Banjarbaru” lanjut Tito.

Penghimpunan donasi sudah mencapai lebih dari 100 juta dan pentasyarufannya dari berbagai macam barang seperti puluhan ribu porsi makan siap saji, pakaian layak pakai, distribusi logistic ke dapur umum di posko lain dan bantuan lainnya. MDMC Banjarbaru juga berkoordinasi dengan Lazismu Banjarbaru untuk segera dilaksanakan aksi penggalangan dana dan tanggap bencana mengingat dampaknya cukup besar.

Simbolis penyerahan bantuan makanan siap saji

Tim relawan Muhammadiyah Banjarbaru pun bentuk posko pelayanan dapur umum sekaligus posko untuk penerimaan barang barang donasi dari warga lainnya. “Posko pelayanan dapur umum ini didirikan di Masjid As-Salaam Banjarbaru di Kecamatan Landasan Ulin dan mausk di dalam lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Landasan Ulin.” Jelas Tito

Posko Dapur Umum yang terletak di Masjid As-Salaam, Banjarbaru

Didalam posko ini pun terdiri atas relawan Muhammadiyah itu sendiri, selain daripada MDMC dan Lazismu juga dibantu oleh seluruh Ortom Muhammadiyah baik dari Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan dan Tapak Suci. Juga para murid ataupun santri yang belajar di Amal Usaha Muhammadiyah, Muhammadiyah Boarding School Banjarbaru yang setiap hari berganti tim untuk membantu tugas dapur umum dimulai dari subuh sampai waktu pendistribusian itu dilaksanakan.

Penyajian Makanan Siap Saji di Dapur Umum

“Kita juga dibantu oleh para relawan yang berasal dari luar Muhammadiyah, salah satunya adalah warga binaan PKH atau pendamping keluarga harapan di Landasan Ulin dan sekitarnya, juga mahasiswa STAI Al-Falah terus mahasiswa Fakultas MIPA ULM” kata Tito.

Simbolis penyerahan bantuan logistik

“Yang paling utama didapur umum kita dibantu oleh tim dapur umum dari MDMC Kotabaru yang berjumlah 3 orang yang sejak pertama kali mendirikan dapur umum sudah dikawal sampai berakhirnya masa tanggap darurat 7 hari, dan juga dibantu oleh karyawan ataupun guru dari Amal Usaha Muhammadiyah ditambah pengawalan oleh 2 anggota TNI yang berasal dari Kodim 1006 Martapura berjumlah 2 orang”lanjutnya.

Tito juga menjelaskan aksi ini pun menuai banyak respon positif dari warga semuanya. Para warga sangat tertolong dengan adanya kehadiran dari relawan Muhammadiyah yang membantu mendistribusikan terutamanya makanan siap santap beserta bantuan-bantuan yang lainnya seperti obar-obatan, baju layak pakai, dan lain lainya yang mana mereka sangat antusias dan berterima kasih kepada para relawan Muhammadiyah Banjarbaru yang sudah memberikan bantuannya terhadap mereka yang terdampak banjir di Banjarbaru.

Tito pun juga berharap agar bencana banjir ini segera surut diseluruh Kota ataupun Kabupaten yang terdampak dan juga dia berharap semuanya bisa tetap tabah dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang suda ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan kita selanjutnya bisa sabar untuk melihat kejadian ini sebagai teguran dan kita harus lebih bisa mempersiapkan lagi untuk menanggulangi kebencanaan lainnya. Dan juga dia berterima kasih kepada donatur Lazismu Banjarbaru yang berdomisili di daerah Banjarbaru maupun di daerah lainnya bahkan ada donatur dari luar negeri yang menyumbang melalui Lazismu Banjarbaru. (Dony)