Kalimantan Selatan. Muhammadiyah Melalui Lembaga Penanggualangan Bencana (LPB) atau yang lebih dikenal degan sebutan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mendirikan pos di beberapa amal usaha muhammadiyah di di Kalimantan selatan pada (15-20/01).

Pos Layanan Kesehatan di Halaman Masjid Muhammadiyah di Hulu Sungai Tengah
sumber: doc Suluh Media

Adapun Pendirian beberapa pos merupakan upaya MDMC untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat guna menanggulangi bencana banjir yang sangat parah dengan sebaran di 10 Kabupaten/kota dengan total warga terdampak hingga 210.140 Jiwa.

Ginanjar Sutrisno, Ketua MDMC Kalimantan Selatan menerangkan didirikannya sebuah pos baik itu posko koordinasi (Poskor) maupun posko layanan (Posyan) di beberapa AUM ini merupakan bahagian dari memaksimalkan peran AUM.

“dipilihnya pendirian pos di beberapa AUM merupakan cara kami untuk memaksimalkan peran dakwah sosial AUM itu sendiri,”imbuhnya.

Posko Bantuan Bencana Banjir di Kab. Banjar sumber: doc Suluh Media

Ginanjar Sapaan Pria tersebut menegaskan jumlah AUM yang digunakan cukup banyak dengan jenis AUM yang beragam dengan berbagai pelayanan.

“sementara ini untuk jumlah AUM yang digunakan sebagai pos yakni lebih kurang 15 buah dengan pelayanan yang beragam pula misalnya SD ALAM Muhammadiyah Martapura digunakan menjadi Pos Koordinasi Induk MDMC Kalimantan Selatan yang mempunyai tugas utama mengkoordinasikan ke pos layanan yang tersebar di Kalimantan Selatan sekaligus juga dijadikan gudang logistik dan Dapur Umum, selain itu ada pula beberapa masjid yang memberikan pelayanan pengungsian seperti masjid Istiqomah, Kandangan masjid At Taqwa, Martapura lengkap dengan pemenuhan keperluan pengungsi mulai dari makan, pakaian serta obat-obatan dan yang terbaru di Masjid Mujahidin membuka pelayanan berupa pemerikasaan kesehatan,”tegasnya.

Penyerahan Bantuan secara Langsung
sumber : doc Suluh Media

Adapun untuk total penerima manfaat pertanggal 19 januari menurut situasi report yang dikeluarkan oleh MDMC Kalimantan Selatan berjumlah 10.658 jiwa.

Dengan respon yang beragam mulai dari pemberian makanan siap saji hingga 19.1958 Jiwa, operasi evakuasi dan penyelamatan warga, pendistribusian logistic (obat, sembako, peralatan mck, peralatan tidur, popok, susu bayi), layanan posko kesehatan, penyediaan air bersih, penyediaan tempat pengungsian. (MDN/Zahra)