Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banjarbaru yang terdiri atas dua komisariat yaitu Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru dan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru gelar AWKARIN#1 (Ada Wanita Kajian Rutin Part 1) yang bertema “Aku dan Dia, Apakah Setara ?” pada tanggal 8 Desember 2020 bertempat di Kedai Levi Tako, Kedai Makanan Jepang yang ada di Kota Banjarbaru, Selasa (8/12).

Suasana Diskusi (Tampak Belakang)

Kajian ini diisi oleh IMMawati Tati yang merupakan Ketua Bidang IMMawati di DPD IMM DIY, beliau juga merupakan salah satu instruktur di DPD IMM DIY. Adapun untuk peserta diskusi yaitu IMMawan dan IMMawati yang berasal dari komisariat. Sebelum memasuki ruang diskusi, para peserta dicek suhu dan diberikan handsanitizer serta diberikan masker bagi yang tidak membawa masker. Para peserta pun diberikan tempat duduk yang sudah dipersilahkan panitia agar mempunyai jarak satu sama lainnya.

Topik pembahasan kali ini tentang gender. IMMawati Tati menjelaskan apa itu gender dan bagaimana melakukan penyetaraan gender di IMM. “Malam ini kita coba identifikasi bahwa gender itu berbeda dengan kelamin dan seks secara definisi” jelas Tati.

Pemateri (IMMawati Tati) dan Moderator (IMMawan Dony)

Diskusi kali ini dilakukan secara interaktif yang melibatkan diskusi antara pemateri, peserta dan penonton dari youtube suluh media dikarenakan diskusi secara langsung ditayangkan melalui media youtube.

Antusiasme peserta diskusi dapat terlihat dari banyaknya interaksi dari peserta dan penonton di youtube.

Disesi selanjutnya IMMawati Tati menjelaskan akan pentingnya focal point di tubuh IMM yang mana tim ini nantinya akan menjembatani permasalahan-permasalahan kader IMM yang ada di Banjarbaru.

Suasana Diskusi (Tampak Depan)

“Sehingga dengan demikian tentu dong kita sebagai IMM juga punya upaya untuk kemudian menekan angka kekerasan terhadap perempuan untuk membantu meminimalisir permasalahan-permasalahan perempuan ini” jelas Tati.

“Bentuknya bisa kita upayakan dengan membentuk kanal organisasi yang ramah terhadap perempuan ini, bisa berupa kotak aduan, minimal kita tidak mendengar kekerasan yang ada di organisasi, kita sebagai akademisi Islam tidak menerapkan praktik yang tidak terpuji di organisasi kita” lanjut Tati.

Tim “Focal Point IMM Kota Banjarbaru”

Tati juga menjelaskan pada saat Diksuswati II yang diadakan oleh DPD IMM Kalimantan Selatan sebelumnya sudah membahas tentang mekanisme respon organisasi terhadap permasalahan perempuan ini yaitu dengan membentuk Focal Point yang difungsikan untuk menjembatani dengan pakarnya.

“Focal point ini menjadi wadah bagi kawan-kawan yang mungkin terindikasi pelecehan, dan kalian bisa menghubungi tim focal point ini, nanti akan dibentuk alur prosedur yang dibikin oleh tim focal point ini” ujarnya.

Tati juga menambahkan perlu adanya sudut pandang IMMawan didalam focal point ini yang mana untuk menambah

Diakhir diskusi diperkenalkan tim “Focal Point IMM Kota Banjarbaru” yang terdiri atas IMMawati Rahmi Maulida, IMMawati Mayang Sari, IMMawati Tita Khoirun Nisa, IMMawati Sofie Wulan Andini, dan IMMawan Muhammad Dony Syahputera. Yang mana dikoordinatori oleh IMMawati Tita.

Foto Pemateri dan Moderator Bersama Peserta

Tita berharap semoga dengan adanya tim ini, permasalahan kader IMM Kota Banjarbaru dapat diminimalisirkan, dan kepada teman-teman semuanya agar dapat bersama-sama mewujudkan kesetaraan gender di IMM Kota Banjarbaru ini. (Muhammad Dony Syahputera)