Banjarmasin. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan gelar penutupan pendidikan khusus immawati II (Diksuswati) pada (06/12) di Aula Guest House Panti Asuhan Sentosa, Banjarmasin.

Foto Bersama Peserta dengan instruktur, panitia, dan DPD IMM Kalsel

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan pimpinan cabang se-kalimantan selatan ini mengangkat tema “Internalisasi dan praksis nilai-nilai dakwah untuk keberlangsungan gerakan perempuan di Kalimantan Selatan”. Adapun untuk kepesertaan Diksuswati II kali ini juga diikuti oleh IMM Kota Banjarbaru yang berasal dari Pimpinan Komisariat IMM Gawi Sabarataan dan Pimpinan Komisariat IMM Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru.

IMMawan Ahmad Zaini, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Selatan dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada seluruh peserta.
“semoga apa yang telah didapat selama pengkaderan ini mampu dijalankan karena bagaimanapun gerakan dakwah yang secara khususs dalam konteks IMMawati yang merupakan bahagian dari perempuan muda menjadi penting untuk terus dijalankan,”jelasnya

Senada dengan itu IMMawati Tati, Ketua Bidang IMMawati DPD IMM DIY yang diamanahkan sebagai instruktur pada pelaksanaan ini menyampaikan beberapa pesan.
“secara khusus saya berpesan kepada seluruh peserta setelah acara ini hendaknya terus berani dalam yang pertama berani bergaul dalam artian berani untuk menjalin komunikasi dengan cabang IMM lain atau organisasi lainnya untuk saling bertukar informasi, kedua berani membaca karena tidak bisa dipungkiri di era kekinian kita seakan terlena dengan teknologi akhirnya membuat kita kurang semangat atau bahkan malas untuk membaca buku-buku penunjang dalam perkuliahan, ketiga berani berkarakter nah dalam hal ini bagaimana kita sebagai IMMawati yang berkaraker yang melihat potensi yang dimiliki serta minat apa yang membuat kita tertarik dengan menyesuaikan dengan identitas IMM dan Muhammadiyah,”paparnya

Selama berlangsungnya kegiatan yakni pada jum’at 4 Desember DPD IMM Kalimantan Selatan selaku pelaksana sangat ketat dalam protokol kesehatan hal tersebut terlihat dengan di arena pengkaderan selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan menyediakan tempat cuci tangan. (Muhammad Nashir)