Ust Sulikan Suriyun
Masjid Hj Nuriyah Banjarbaru
21 Safar 1442 H/ 10 Oktober 2020

‌+ Al Imani Bil Qadar, Iman kepada Al Qadar.
‌Apa itu? Keyakinan yang kokoh yang kuat yang menghujam didalam hati, bahwa sesungguhnya semua yang terjadi baik atau buruk, atas qada dan takdir Allah.

Suasana Kajian di Masjid Hajjah Nuriyah, 10 Oktober 2020. Sumber: Dok Suluh Media
  • Tidak ada dialam ini tanpa ketetapan Allah, tapi kita tidak tau apa saja ketetapan Allah.
  • Menjalani hidup ini kita menghadapi sesuatu yang tidak tahu. Justru disinilah letak kebahagiaan.
  • Segala ketetapan itu sudah Allah atur mulai dari sebelum diciptakannya dunia, ketika kita lahir, setiap malam Lailatul qadr, bahkan setiap hari, yang semuanya tidak saling bertentangan.
  • Ketika kita terlalu banyak bertanya-tanya atau berkhayal, tentang zat Allah itu akan mengarahkan diri kita kepada kesesatan.
  • Kelak kita menerima catatan dihari pembalasan dengan tercatat semuanya secara lengkap hidup kita. Maka berdoalah agar kita Allah beri kekuatan agar bisa menjalankan ketaatan, agar nanti catatan itu kita terima dengan tangan kanan.
  • Jangan karena Al Qadar ini malah membuat diri kita putus asa, malas berbuat apa, padahal seharusnya Al Qadar membuat diri kita semangat menjalani kehidupan. Karna Allah memerintahkan untuk berbuat semampu kita, semaksimal kita, kala hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, maka Allah akan memberikan yang lebih baik dari itu.‌
  • Sesuatu yang hilang dari kita jangan bersedih hati, sesuatu yang kita dapatkan jangan pula terlalu bahagia, karena segalanya itu datangnya dari Allah, kepunyaan Allah.
  • Allah adalah penguasa mutlak, tidak bisa kita intervensi ketetapan Allah, segalanya itu yang Allah ingini adalah kebaikan, namun kadang kita tidak menyadarinya.
  • Iman itu ada 2 bagian, ibarat duit ada 2 bagian, Paruh yang sebelah adalah syukur dan sebelahnya lagi sabar.
  • Ketetapan Allah itu tidak hanya dalam ucapan namun juga tertulis. Allah “sangat serius” dalam mempersiapkan hidup hamba-hambanya, tidak main-main.
  • Allah lebih mencintai muslim yang kuat dibandingkan muslim yang lemah. Apa yang dimaksud dengan muslim yang kuat? Yaitu Muslim yang kuat dalam Aqidahnya, Ibadahnya, Akhlakul karimah, Sosialnya, Ekonominya, dan Politiknya.

Semoga Bermanfaat, Mohon maaf jika banyak salah dalam menulis.

(PD Pemuda Muhammadiyah Banjarbaru/Reyhan)

Live Streaming Facebook
Ngaji Keliling Banjarbaru
https://www.facebook.com/ngaji.banjarbaru