Ust. Husnul Khair Pulungan, Lc, MA
Masjid Al Istiqomah Banjarbaru
16 Safar 1442 H/ 4 Oktober 2020
Dakwah Islam di Pedalaman

Suasana Kajian Rutin di Masjid Istiqomah Banjarbaru. Ahad, 4 Oktober 2020. Sumber: Dok Suluh Media

  • Syukur dihadapkan kata kufur, jika syukur itu berarti menampakkan, maka kufur artinya menutupi.
  • Bagaimana mungkin Allah memberikan nikmat yang banyak, jika yang sedikit saja tidak mampu kita syukuri. Maka syukuri segala nikmat Allah sekecil apapun.
  • Rezeki itu jangan hanya mengukurnya dengan hitungan materi, bukan hanya uang, namun juga kesehatan, ketenangan hati. Karna sesungguhnya ketenangan itu bukan ditempat wisata, Buku-buku motivasi, pundi-pundi uang, posisi jabatan kita, tapi ketenangan itu dekat dengan diri kita, ada di hati kita, namun kita sering menjauh darinya. Ketenangan itu ialah iman.
  • Kenapa kita sering gagal bersyukur? Karena kita sering membandingkan-bandingkan iman.
  • Mungkin kita tidak tau dimana posisi rezeki kita, namun rezeki tau persis dimana posisi kita, maka ia tidak akan pernah tersesat.
  • Masih banyaknya di pelosok sana yang tau akan Islam tapi tak tau caranya masuk Islam, banyak pula yang sudah dekat dengan Islam namun ragu memeluk Islam, ada pula yang sudah berIslam namun tak tau caranya berIslam, dst, siapa yang bertanggung jawab akan kondisi ini? Kita semua bertanggung jawab akan dakwah ini. Pun juga nanti didukung juga semangat untuk menolong agama Allah.
  • Apa sudah cukup dengan mereka masuk Islam? Tentu tidak, tapi bagaimana tahap selanjutnya dalam rangka membuat mereka mencintai Islam kemudian merubah kebiasaan hidup mereka, habit mereka seperti ternak babi yang coba kita arahkan mencari ternak yang halal, seperti kambing dan sapi. Karna merubah kebiasaan ini kita tidak langsung mengatakan tidak, jangan, namun harus dengan perlahan-lahan.
  • Islam memang tidak akan hilang selama adzan masih terdengar, namun tidak ada jaminan bahwa Islam masih akan ada di pelosok-pelosok gunung sana, karna minimnya kepedulian kita.
  • Apapun yang kita lakukan ikhlas karena Allah itulah yang akan kembali.
  • Keberhasilan dakwah itu bukan tercermin dari banyak nya yang masuk Islam, bukan dari banyaknya jumlah orang Islam namun bagaimana Islam ini masuk ke hati-hati mereka, merubah sikap menjadi lebih baik, hati yang lembut, berislam secara total.
  • Dakwah ini adalah kerjasama kita, hargai, dukung mereka yang menebar kebaikan atau berupaya untuk dakwah ini walau sekecil apapun, jangan sampai karena upaya mereka yang masih kecil/ sedikit namun malah kita kucilkan, bisa jadi hasil dakwah mereka masih sedikit/ kecil itu karena tidak ada kepedulian dari kita.
  • “Ada benarnya orang berkata, saya menyaksikan ada Islam di Barat, tapi orang Islam tidak ada. Tapi ketika pergi ke negeri-negeri Islam, saya melihat orang Islam tapi Islamnya tidak ada.” (Syeikh Muhammad Abduh)
  • Lihatlah kondisi sekarang, yang banyak namun tidak bisa mewarnai. Mayoritas namun tidak berpengaruh, bermakna, Jangan-jangan ini memang karena kualitas keimanan kita yang lemah.
  • Tauhid itu seharusnya membawa kemajuan, jika iman itu ter implementasikan dengan baik didalam diri kita, mencintai ilmu, dst.*
  • Menjadi muslim itu tidak sendiri-sendiri, tapi harus bersama-sama, makanya ajak-ajaklah orang lain. Orang berbuat jahat saja berjamaah, jangan sampai kita kalah.
  • Jika ada kelemahan-kelemahan dalam ummat, jangan ejek kelemahan itu, namun kita perbaiki dan sempurnakan itu. Dan jadikanlah diri kita sebagai contoh. Memberikan dakwah itu marilah dengan santun, karena hidayah itu bisa turun darisana, bagaimana mungkin hidayah akan hadir dihati mereka kala kita mendakwahi Islam ini dengan kasar, menyakiti hati mereka.

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika banyak salah dalam menulis

(PD Pemuda Muhammadiyah Banjarbaru/Reyhan)