Ust. Awad Ahmad Seff
Masjid Al Istiqomah Banjarbaru
9 Safar 1442 H/ 27 September 2020
Tafsir Surah Al-Hujurat

Suasana Kajian Islam Rutin Subuh saat pandemi di Masjid Istiqomah Banjarbaru

  • Al Hujurat artinya adalah kamar-kamar. Ada 2 pendapat bahwa surah-surah di Al Qur’an dinamai oleh Rasulullah, kemudian pendapat yang Rasulullah namai sebagian dan yang sebagian lagi oleh sahabat Nabi.

  • Didalam surah ini ada sebuah kisah Nabi ketika beliau didalam sebuah kamar, yang peristiwa ini dijadikan nama surah.

  • Islam ini bagai sebuah rumah tangga, seketika ada yang cekcok antar saudara maka kita harus ikut memikirkan menyelesaikan. Begitulah seharusnya dan sebenarnya.

  • Ayat 1 – 3 : Jangan kamu dahului Allah dan Rasulullah secerdas apapun kalian.
    Perkara apapun didalam kehidupan, jika ada tuntunan di dalam Al Qur’an dan Hadist, maka dahulukan itu. Akal manusia terikat dengan Al Qur’an, karena akal manusia pasti terpengaruh dari lingkungannya.Bagaimana kita bisa berpijakan kepada akal, padahal ia lemah? Akal manusia itu terbatas hanya pada untung rugi untuk dirinya. Sekarang ini, jangankan dengan saudara kita dengan Ibu kita, kita tinggi suara, dengan guru kita, tinggi suara kita, dengan ulama kita, tinggi suara kita. Padahal sudah bisa dipahami seorang yang lebih tinggi suaranya, ia meanggap dirinya berada diposisi yang lebih tinggi.

  • Ayat 4 – 5 : Ini kalau cerita kala ada seorang sahabat yang memanggil Nabi dari luar kamar beliau dengan kuatnya.
    Ini tidak beradab, sehingga turunlah ayat ini untuk menegur agar menjaga adab dengan Nabi begitupula dengan adab ini yang dijunjung tinggi dengan manusia yang lain.
    Perihal privasi didalam kamar saja ini didalam Islam sangat dihargai.

  • Ayat 6 : Pasti datang orang-orang yang suka menambah-nambah cerita. Berawal dari ketidaksukaan, akhirnya tidak sesuai dengan sebenarnya.
    Nah kadang kita ini sering ketika mendengar sebuah kabar langsung terima tanpa ada tabayyun sebelumnya. Seharusnya sesama muslim harus terus ber tabayyun, agar tidak timbul cekcok dengan sesama.
    Manusia itu kadang lupa dengan shalat dan puasanya untuk kepentingannya.

  • Ayat 9 :
    Sebelumnya banyak yang menganggap bahwa tidak mungkin sesama muslim berperang, namun Al Qur’an sudah memprediksinya bahwa hal ini akan terjadi.
    Tugas kita bukan ikut salah satunya, salah! Namun bersalah untuk mendamaikan. Jika setelah damai, ada yang berbuat aniaya, maka perangilah yang menganiaya.
    Kita ini sebuah tangga, tak perlulah kiranya memperuncing hal-hal kecil. Namun karna kita memang suka berkelompok-kelompok, akhirnya sering timbullah perselisihan-perselisihan yang tidak perlu.

Kajian dapat disaksikan kembali di https://youtu.be/iXLXK7vgz4w

Semoga bermanfaat, maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan.

(PD Pemuda Muhammadiyah Banjarbaru/Reyhan)