Banjarbaru. Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Hajjah Nuriyah (Muhayya) Banjarbaru menggelar Teacher Goes To Home.

Bapak Adi sedang mendampingi salah satu peserta didiknya.
Sumber foto : SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Banjarbaru

Teacher Goes To Home merupakan program berupa kunjungan guru ke rumah peserta didik. Program ini dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua.

Faisal Akbar, Kepala SD Muhayya Banjarbaru menjelaskan mengenai tujuan dilaksanakan kunjungan ke rumah ini.
“Kami melaksanakan ini guna memberikan pelayanan pendidikan dengan bentuk bimbingan belajar tatap muka secara langsung untuk mengetahui perkembangan belajar peserta didik apabila dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring terdapat kesulitan belajar seperti materi yang kurang di pahami,” imbuhnya.

Faisal sapaan akrab kepala sekolah yang masih tergolong muda tersebut menambahkan pelaksanaan kegiatan ini telah di mulai pada bulan Juli.
“Pelaksanaan ini telah kami laksanakan mulai bulan Juli secara bertahap dari kelas 2 terlebih dahulu dan pada bulan Agustus ini telah di laksanakan pula pada kelas 2 dan 6,” tambahnya.

Masih Faisal, dia menyampaikan bahwa pelaksanaan ini tidak wajib untuk seluruh siswa.
“Kegiatan ini bisa dikatakan tidak wajib karena dalam pelaksanaannya ada orang tua yang kurang berkenan menerima kunjungan, namun tidak sedikit pula orang tua menyambut positif kegiatan dikarenakan senang melihat anak mereka bisa berinteraksi dengan guru secara langsung,” tegasnya.

Adi, Guru Kelas 2 menjelaskan perasaannya ketika melakukan kunjungan ke rumah peserta didik.

“Saya merasa senang bisa melihat perkembangan anak secara langsung hingga mengetahui kekurangan pada PJJ,” jelasnya.

Adi menambahkan terkait respon peserta didik maupun orang tua yang sangat antusias.
“Respon peserta didik sangat antusias hal tersebut terlihat dari semangat menunggu saya untuk berhadir selain itu orang tua juga terlihat tak kalah dengan menyempatkan untuk mendampingi anak mereka walau dalam kesibukan bekerja,” tambahnya.

Adapun durasi pada kunjungan rumah berkisar antara 60 – 90 menit. Pada pelaksanaan guru sangat memerhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Untuk teknis pelaksanaan guru kelas dijadwalkan mengunjungi 1-3 peserta didik setiap harinya sehingga satu peserta didik paling tidak di temui guru kelas satu kali dalam satu bulan hal tersebut dikarenakan untuk jumlah peserta didik di sebuah kelas rata-rata lebih dari 20 orang misalnya saja kelas 2 yang bapak adi ajari berjumlah 26 orang.

Perlu diketahui l, menurut peta resiko yang di tampilkan laman covid19.go.id Kota Banjarbaru masih berwarna oranye dalam artian mempunyai resiko sedang maka dari itu SD Muhayya Banjarbaru menaati pemerintah dengan masih melakukan PJJ. (MDN)